Surat Untukmu
Hai...,
Apa kabar?
Pasti kau bertanya-tanya,
Bukan...
Bukan karena aku mulai tak suka,
Namun lebih kepada menjaga.
Ku akui... aku manusia yang punya banyak kelemahan,
Terlebih soal rasa.
Semenjak aku mengenalmu,
Rasa itu dengan malu-malu menyapa.
Apa aku salah? Menaruh rasa terhadapmu?
Bagiku tidak salah, karena yaaa itulah salah satu kelemahan
manusia. Mudah tergoda.
Aku bukan wanita yang kadar imannya melangit,
Hatiku masih rapuh. Sehingga saat rasa itu ada, Aku tak
kuasa.
Apa yang harus aku lakukan? Sementara rasa itu mulai
menjalar?
Ku putuskan untuk menjauh...
Menjauh darimu, mungkin inilah caraku.
Jangan marah padaku,
Apalagi menghakimiku.
Alasanaku menjauh... karena Aku punya hati yang yang harus ku
jaga.
Kau mungkin tak akan pernah merasa,
Bagaimana hati ini amat bergejolak meminta.
Satu pintaku...
Tetaplah menjaga jarak,
Jangan biarkan rasa itu tertawa terbahak,
Kau relakan?
Bila rasa kita tak
melekat saat ini.
Tentu pasti amat berat, namun ku yakin tak lama semua ujian
ini akan terlewat.
Melalui surat ini aku berharap,
Semoga kau mengerti...
Akan keputusanku saat ini.
Tak perlu berharap banyak-banyak,
Jika memang belum siap, tetaplah menjadi penyemangat dalam
senyap.
Akupun tak berharap banyak.
Karena... aku menjauh bukan karena inginkanmu menjadi
partner hidupku.
Namun..., aku menjauh karena Dia datang memberi semangat
untukku.
Memang tak ku pungkiri, akupun menyimpan harapan banyak,
Namun kembali lagi ku ingat akan Taqdir-Nya yang pasti tak
pernah melesat.
Mulai saat ini..., mari sama-sama perbaiki diri,
Jangan pernah menghakimi,
Dekati Dia yang Maha Tinggi,
Agar Dia beri hadiah indah yang sebelumnya tak pernah kita
temui.








0 komentar:
Posting Komentar