LEMBAH Harau merupakan salah satu objek wisata yang
utama dan paling menarik di kawasan kabupaten Limapuluh Kota.Kenapa
tidak, kawasan wisata Lembah harau yang berhawa sejuk dengan panorama
alam yang begitu indah serta dihiasi dengan tebing-tebing yang menjulang
tinggi disetiap sisi lembah ini, sehingga ribuan manusia yang datang
dari berbagai daerah serta belahan dunia selalu pengunjung kawasan
wisata yang berjarak 3 kilo meter dari pusat ibukota kabupaten Limapuluh
Kota di Sarilamak.
Setelah memasuki gerbang Lembah Harau, di sepanjang perjalanan,
wisatawan disuguhkan keindahan alam sebelum memasuki 3 kawasan wisata
yang berada di Lembah Harau. Tebing-tebing granit dengan bentuknya
yang unik dan menjulang tinggi selalu mendampingi perjalanan sekitar 10
menit untuk mencapai 3 kawasan wisata itu. Batu granit selain
menghiasi, hamparan padi yang menguning dan sungai-sungai jernih
mengalir dari air terjun di Lembah Harau memberikan suasana damai dan
menenangkan. Menurut legenda, lembah harau sendiri dahulunya merupakan
lautan yang luas dan didalam laut itu terdapat bukit dengan batuannya
yang sangat terjal. Lama-kelamaan, air laut terus menyusut dan jadi
mengering. Sehingga bukit yang semulanya bertapak didasar laut akhirnya
menjadi daratan dan dihuni maklup hidup. Dalam ribuan tahun, bebatuan
yang terdapat di tebing bukit selalu digesekan angin kencang, sehingga
terbentuklah tebing indah yang berwarna warni serta menyerupai bebatuan
yang terdapat di dalam laut.
Kawasan wisata Lembah Harau sendiri, memiliki luas sekitar 280
hektare yang terdiri dari 3 kawasan, yakni kawasan Sarasah Aka Barayun,
kawasan Sarasah Bunta dan kawasan Rimbo Piobang. Paling uniknya lagi,
dikawasan yang dibatasi oleh perbukitan dengan tebing terjalnya itu,
terdapat 5 air terjun yang mengalir dari ketinggian hingga 100 meter
dari puncak bukit yang mengelilingi kawasan itu. Oleh karena itu,
pemandangan elok yang dijumpai di kawasan Lembah Harau, akan membuat
para wisatawan terkagum-kagum dibuatnya.
Sarasah Aka Barayun merupakan objek yang dikemas oleh pemerintah
kabupaten Limapuluh Kota melalui dinas Pariwisata sebagai onjek wisata
keluarga. Dikawasan seluas hampir 30 hektar ini, terdapat berbagai arena
jenis permainan anak, seperti taman bermain, ayunan putar dan sepeda
air serta panorama alam Lembah Harau yang dilihat dari ketinggian
puluhan meter bisa dinikmati dikawasan ini . Bahkan taman satwa pun
terdapat dikawasan Sarasah Aka Barayun. Berbagai hewan hutan terdapat
ditaman satwa yang cukup menarik untuk dikunjungi.
Kawasan Sarasah Aka Barayun juga dilengkapi kios- kios sourvenir,
makanan, minuman serta penginapan keluarga pun disediakan untuk
wisatawan yang ingin menginap dikawasan ini. Dengan tebing-tebing
tingginya itu, tempat ini dimanfaatkan juga sebagai lokasi panjat
tebing oleh masyarakat. Menurut cerita masyarakat, Sarasah Aka Barayun
dahulunya merupakan 2 buah tebing yang dibawahnya terdapat lembah yang
sangat dalam. Sehingga masyarakat menggunakan aka (sejenis tumbuhan)
untuk menghubungkan 2 tebing itu untuk dijadikan tempat titian. Setiap
dilewati, aka itu selalu berayun apalagi dihembuskan angin. Itulah
sebabnya dinamakan Aka Barayun.
Sekitar beberapa ratusan meter dari sebelah timur kawasan Sarasah
Aka Barayun terdapat kawasan wisata dengan lingkungan hutan lindung
yang masih terpelihara dengan baik yang dinamakan Kawasan Sarasah Bunta.
Kicauan burung, bunyi gumpalan air terjun yang jatuh dari ketinggian
puluhan meter, membuat kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan.
Dikawasan Sarasah Bunta ini,a sering dijadikan lokasi perkemahan bagi
pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.
Keasrian alam Sarasah Sarasah Bunta dan jernihnya air terjun yang
berasal dari puncak bukit yang mengelilingi kawasan ini, merupakan
daya tarik sendiri untuk membuat wisatawan berkunjung ke kawasan
Sarasah Bunta. Kononya, apabila mandi di bawah air terjun Sarasah Bunta
pada siang harinya sambil berdoa kepada Sang Pencipta , maka ia bakal
mendapat jodoh bagi yang belum menikah. Sebab, dahulunya kawasan ini
merupakan tempat memadu kasih burung yang hingga kini berterbangan di
kawasan Sarasah Bunta.
Satu lagi kawasan wisata yang terdapat di objek wisata Lembah Harau,
yakni kawasan Sarasah Tanggo. Dengan suasana alam yang masih alami
serta terdapat kolam penampungan air terjun yang berasal dari puncak
bukit. Penampungan air yang seperti waduk ini, selalu diramaikan
wisatawan, apalagi dihari libur. Bukan itu saja, untuk mencapai ke
lokasi air tejun, pengunjung harus bejalan kali dengan jarak ratusan
meter dari lokasi pemberhentian. Selama berjalan kaki, pengunjung dibuat
kagum dengan indahnya alam Sarasah Tanggo.
Di cagar alam yang berada di dataran tinggi Lembah Harau, beraneka
spesies tumbuhan hujan tropis dan binatang asli Sumatera mampu
menimbulkan rasa ingin tahu Anda. Sejumlah binatang asli Sumatera
seperti monyet ekor panjang menjadi teman bagi wisatawan. Tak salah
tentunya orang tua-tua berkata, kurang lengkap perjalanan Anda ke
Sumatera Barat bila belum mendatangi Lembah Harau. Cukup dengan harga
Rp5 ribu saja untuk masuk kawasan Lembah Harau, berbagai keindahan alam
sudah bisa dirasakan.
sumber(haluan , google, dan sebagainya)
0 komentar:
Posting Komentar